Saturday, May 25, 2013

Mengontrol kegantengan

Hari ini aku teringat kejadian aneh di suatu kampus perguruan tinggi negeri yang aneh di Bandung. Suatu hari, aku telah memutuskan untuk memperdalam pengendalian diri dengan memilih Control Engineering dalam studiku di jurusan sastra listrik. Aku merasa ceria bersama kawan-kawan Control Engineering seperti yang nampak pada foto berikut.


Control98
Control98

 

Pada suatu hari, usai suatu kelas dan mengisi jeda sebelum memasuki kelas berikutnya, aku duduk nongkrong di depan dinding pahala dan dosa. Di sinilah tembok ratapan bahagia di atas duka. Segenap perjuangan satu semester, terbayar sudah di hadapan papan ini.

Di sana, kulihat seorang kawan sesama Control Engineer. Ia nampak sendu, duduk merenung di ujung. Kudekati dirinya dan kuajak mengobrol. 
"Kenapa lu? Kok, duduk sendirian?" tanyaku.
Ia pun terdiam sejenak. Lalu ia menatapku sayu dan berkata, "Aku lagi ada masalah, nih."

Aku pun duduk di sampingnya. "Ada apa?"
Ia terdiam. Lalu ia menatap ke arah perempatan Student Center. Kemudian ia menerawang langit.
Aku pun masih menunggu jawabannya.

Akhirnya ia menjawab, "Masalahku ini begini...."
Kutatap matanya dengan pandangan sebagai teman yang siap membantu dalam susah dan senang.
Ia melanjutkan jawabannya, "Aku terlalu ganteng."

Jadi masalahnya adalah ia terlalu ganteng. Jawaban yang tak kuduga. Ada rasa ingin menonjoknya dengan teknik Bang Bang Control akibat alur logikanya yang fuzzy dan nonlinear tersebut.

Kini kusadari bahwa sebagai Control Engineer, kami memang harus mengontrol kegantengan. Cukup satu orang saja yang cantik, dan biarkan yang lain ganteng terkendali. Ini bagai pepatah "Everything is under Control".

Banyak sekali kejadian aneh di kampus ini, yang sulit dikendalikan oleh ilmu Control System. Nanti akan kuceritakan pada tulisan berikutnya. Semoga aku bisa menulis lagi setelah belajar Ilmu Pengaturan yang lebih kokoh dan optimal.

Bremen, 25 Mei 2013

Wednesday, May 15, 2013

ITB 101

Mengapa mata kuliah dasar, sering disebut 101?
MA-101 biasanya Kalkulus I.
FI-101 biasanya Fisika Dasar I
Bahkan Cari Jodoh 101 bisa jadi judul buku.

Jawaban pertanyaan di atas tidak kutahu. Sepertinya angka satu berhubungan dengan semester I atau tingkat I. Apalah arti sebuah nama? Bunga mawar berganti nama akan tetap memiliki wangi yang sama. Itu kata Shakespeare dalam Romeo dan Juliet.

Aku sedang merenungkan makna 101 Fakta Mahasiswa ITB dan merefleksikan masa laluku di suatu kampus perguruan tinggi negeri di Bandung. Walau lebih tepat disebut opini, daripada fakta, sebagian besar dari 101 poin tersebut cocok denganku. Lumayanlah menggambarkan mahasiswa di kampus itu.

Ingin sekali aku menanggapi 101 poin tersebut, satu per satu. Namun apa daya, aku lelah. Kucatat dahulu, untuk kutanggapi di posting berikutnya. Yang jelas, aku rajin mandi, senang mencari info beasiswa, benci cumi, mengirim SMS ke teman nanya apakah ada kuis, pernah ngajak Dona ngobrol walau kaga nyambung, dan cuma dua kali ikut arak-arakan wisuda serta suka datang rapat Senat untuk tidur di pojokan. Oh, ya, aku suka demo, tapi lebih suka masuk kuliah. Pernah ketinggalan acara demo, tahu-tahu teman-teman udah pada merebut dan membawa perisai dan helm polisi.


Bremen, 14 Mei 2013

iscab.saptocondro

P.S. Kalau aku jadi anggota DPR, aku termasuk yang tidur dan hanya bangun kalau udah mulai voting.